Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami - Banned Masal
News Update
Loading...

Friday, June 21, 2019

Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami

Saya ingin supaya abjad yang saya rancang menjadikan rasa tidak nyaman Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami

“Saya ingin supaya abjad yang saya rancang menjadikan rasa tidak nyaman, mengganggu, dan pada jadinya menakuti orang yang melihatnya,” demikian ungkap Ikumi Nakamura dalam sebuah wawancara terkait desain karakternya di The Evil Within, game pertama baginya sebagai Lead Artist di Tango Gameworks. Nampaknya ‘niat baik’-nya itu berhasil ‘diterima’ para gamer sebab banyak yang mengaku ketakutan oleh game terbaru karya Shinji Mikami sesudah mendirikan Tango Gameworks tersebut.

Karir sebagai Artist di Capcom

Saya ingin supaya abjad yang saya rancang menjadikan rasa tidak nyaman Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami
via fanbyte

“Saya menonton Hellraiser saat masih remaja, dan saya sangat menyukainya. Saya bahkan menontonnya hampir setiap hari,” kisah Nakamura penuh semangat mengenai inspirasinya dalam membuat aneka abjad aneh dan menyeramkan dalam game-game horor besutan Shinji Mikami (yang mana Nakamura menjabat sebagai Lead Artist). “Tentu saja saya juga suka film zombie. Tapi zombie itu masih manusia. Hellraiser lebih aneh – lebih mengerikan. Ini benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagi saya.” Oke, kini kita tahu kenapa gadis manis ini kemudian tumbuh menjadi seniman dengan selera abjad yang mengerikan.

Nama Ikumi mulai muncul ke permukaan ketika pada tahun 2004 beliau menjadi salah satu artist yang menggambar abjad dan nuansa untuk salah satu game Capcom: Okami. Meskipun game ini mungkin tidak masuk jajaran game terlaris, namun di bawah instruksi Hideki Kamiya, Okami dikenal sebagai game dengan artwork yang sangat unik. Jika kau penggemar game dengan gaya khas yang berbeda dari mainstream, maka kau mungkin akan menyukai game ini.

Setelah itu, Nakamura mulai terlibat dengan judul-judul game terkenal Capcom menyerupai Super Street Fighter IV dan Marvel vs Capcom 3. Namun karirnya benar-benar menanjak ketika beliau dipercaya sebagai Conceptual Designer untuk game Bayonetta. Game ini mempunyai penggemar tersendiri sebab sukses memadukan tema yang sedang tren, gameplay yang intuitif, gaya unik, dan abjad yang (uhukk..) semlohai.

Saya ingin supaya abjad yang saya rancang menjadikan rasa tidak nyaman Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami

Shinji Mikami, sang ‘Godfather’ genre survival horror menyadari talenta Nakamura dan mengajaknya untuk bergabung dengan Tango Gameworks. Langkah yang bahwasanya penuh risiko bagi Nakamura sebab pada ketika itu karirnya sedang menanjak. Namun kehormatan untuk bergabung dengan seorang legenda nampaknya lebih menarik bagi Nakamura daripada ajuan uang melimpah di Capcom.

Ada kisah lucu ketika pertama kali bekerja di Tango Gameworks. Nakamura mulai sering mengalami mimpi jelek sebab hobi Mikami, boss Tango, yang hadir dengan banyak sekali kostum aneh dan menyeramkan (yang tampaknya selain menarik hati anak buahnya juga untuk merangsang kreativitas). Salah satu ‘dandanan’ Mikami yang angker yakni ketika Mikami mengenakan tas putih menutupi wajah di kepalanya. Ini mengilhami Mikami dalam mendesain abjad The Keeper, salah satu abjad boss di The Evil Within.

Shinji Mikami mempercayakan posisi Lead Artist padanya untuk game The Evil Within yang dikerjakan Tango (setelah diakuisisi Bethesda).

Ikumi Nakamura yakni sosok yang bertanggung jawab membuat karakter-karakter aneh dan menyeramkan yang bertebaran di sepanjang game tersebut. Jika kau memainkan game ini, ada kemungkinan kau mungkin mengalami mimpi jelek karenanya.

Saat rilis The Evil Within, dalam sebuah wawancara, Nakamura mengaku kesal sebab Mikami mengubah desain The Keeper yang dirancangnya.

“Saya benar-benar benci ini,” ujar Nakamura – yang dalam wawancara itu duduk di sebelah bossnya, Shinji Mikami. “Dalam bayangan saya, abjad ini benar-benar nyata. Dia benar-benar muncul, jadi saya tidak suka elemen delusi atau fantasi yang dimunculkan dalam game. Tapi salah satu desainer game menyukai pendekatan bahwa abjad ini harus menyerupai itu. Saya kecewa.. benar-benar kecewa..”

Mikami sambil tertawa berupaya menenangkan anak buahnya itu, “Saya benar-benar memahami perasaannya. Tapi desainer game ini mengintegrasikan abjad tersebut dan muncul ide bahwa musuh ini awalnya terlihat tidak bisa mengejar Anda, tapi kemudian ketika beliau mencopot kepalanya, maka beliau bisa merasuk ke pemain terdekat, dan menyerangnya. Menurut saya ini sangat seru dan unik, sebab itu saya menyetujuinya.”

Kerjasama guru dan murid ini masih berlanjut sesudah The Evil Within, sebab Bethesda kemudian mendukung ide Tango untuk membuat game survival horror baru, yaitu Ghostwire: Tokyo. Dalam game ini, Nakamura kembali duduk sebagai Lead Artist dan mengerahkan upayanya untuk membuat atmosfir yang menyeramkan dan angker dalam game berunsur misteri dan supernatural ini.

Jadi Bintang di Acara E3

Saya ingin supaya abjad yang saya rancang menjadikan rasa tidak nyaman Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami

Bethesda merencanakan supaya Ghostwire: Tokyo diperkenalkan dengan megah di acara E3 yang berlangsung tiap tahun dan melibatkan banyak tokoh dan perusahaan terkenal dari dunia game. Salah satu ide Bethesda yang ternyata mendapat sambutan hangat dari para gamer yakni menampilkan para kreator game tersebut, alih-alih menyewa selebriti, untuk memperkenalkan gamenya masing-masing. Tentu saja kreator merasa sangat dihormati oleh keputusan Bethesda ini. Shinji Mikami dan Ikumi Nakamura pun ikut terbang ke Los Angeles untuk mempresentasikan game yang mereka rancang tersebut.

Sebagai orang yang tidak terbiasa tampil di panggung, apalagi berada di hadapan banyak orang, Nakamura mengakui bahwa beliau sebetulnya sangat grogi. Dia menghabiskan banyak waktu berkeliling, berinteraksi dengan orang-orang, dan bermain di banyak booth game yang bertebaran di program E3 tersebut untuk menenangkan diri. Meskipun demikian, peluang ini memang tidak disia-siakan oleh para kreator sebab tentu saja mereka mempunyai pujian tersendiri bisa hadir bersama game yang dibuatnya.

Ternyata segala keresahan yang dialami para kreator ini tidak menjadikan hal jelek di atas panggung. Justru Shinji Mikami dan Ikumi Nakamura mendapat sambutan meriah dari orang-orang yang menyaksikan presentasi Bethesda.

Khusus untuk Nakamura, internet jatuh cinta pada gadis ini. Keesokan harinya banyak sekali media umum meledak dengan ulasan perihal kepolosan dan betapa autentiknya gadis ini di atas panggung. Nakamura dicintai bukan sebab beliau bagus dan mempesona, akan tetapi sebab beliau berjuang untuk mempresentasikan game buatannya dan tetap tidak kehilangan karakternya yang asli. Gesturnya yang antik serta bagaimana beliau menyebarkan ketakutannya di atas panggung dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik di program E3 beberapa waktu lalu.

Nakamura sendiri tidak menyangka popularitas mendadak yang didapatkannya dari panggung E3. Dia sangat bahagia dan menghargai perhatian yang diberikan netizen kepadanya.

Karir Lead Artist dari Tango Gameworks ini tampaknya bakal masih panjang. Gamer di seluruh dunia masih akan menantikan karya-karya Ikumi Nakamura yang… spoooky..

Saya ingin supaya abjad yang saya rancang menjadikan rasa tidak nyaman Kisah Silicon Valley 111 – Ikumi Nakamura, Calon Penerus Shinji Mikami

Referensi

Griffin, Robin. (2019). How Dynamic Developer Nakamura Ikumi Won The Internet. Noteworthy – The Journal Blog.

Hernandez, Patricia. (2019). The internet is ready to die for Ikumi Nakamura, the most genuine person at E3. Polygon.

Mallory, Jordan. (2019). 3 Fun Facts About Ikumi Nakamura, E3 2019’s Brightest Star. Funbyte.

Who is Ikumi Nakamura, so liked the audience of the conference Bethesda. Daily Tech.


Sumber: https://winpoin.com/
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done
close